Jadi Digital Entrepreneur?
Hello digipreneurs! 👋 pada kesempatan kali ini kita akan bahas bagaimana proses menjadi Digital Entrepreneur. Yuk kita simak!
Selama pandemi covid-19 ini, banyak sekali hal-hal yang berubah dengan cepat baik sektor pendidikan, pariwisata, dan ekonomi. Apasih yang menjadi highlight di saat pandemi saat ini? yup benar sekali yaitu semua serba digital. Digitalisasi adalah sebuah cara atau strategi bagi pelaku bisnis untuk tetap bertahan di saat pandemi. Contohnya tukang siomay yang biasanya menjajakan jualannya di depan sekolah, kini harus menyusun strategi untuk bertahan dikarenakan anak murid sekolah semuanya belajar dari rumah.
Apasih yang harus dilakukan oleh kang siomay? 👀
Kang siomay harus berani untuk berinovasi! "Hah inovasi gimana? siomay ya gitu-gitu aja kan?" Eitss, meskipun cuman berjualan siomay, siomay bisa jadi next level!. Gini nih caranya
Riset Pasar🔍
"Riset pasar emangnya perlu? biasanya mah kalo ada yang manggil aja yang beli"
Kita harus ubah mindset tersebut. Mindset yang perlu diterapkan ialah bagaimana produk yang akan saya jual dapat dikonsumi oleh khalayak banyak.
Ketika pandemi saat ini, orang-orang lebih banyak melakukan aktivitasnya di rumah. Bekerja di rumah, belajar di rumah, dan melakukan transaksi juga dari rumah. Hal terseut merupakan salah satu upaya untuk menghindari virus corona. Setelah kita mengetahui bagaimana aktivitas orang saat ini, kita harus mengikuti kebutuhan konsumen. Gimana caranya ?
Jualan Online🛒
Yup! jualan online! Banyak sekali platform untuk berjualan online yaitu dengan E-commerce seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan lain sebagainya.
"Tapi masa iya jualan siomay pake kurir?"
Setiap E-commerce memiliki fitur masing-masing. Semua produk juga dapat dikategorikan menyesuaikan jenisnya seperti makanan matang, makanan kering, dan lainnya. Jadi, digipreneurs gaperlu takut untuk mencoba!
Pengemasan Produk📦
"Siomay kan dikonsumsi pas masih hangat, kalo dikirim-kirim apa ga basi?"
Nah, karena konsumen kita beraktivitas dirumah maka tentunya akan sering banyak nyemil juga. Konsumen memerlukan makanan yang cepat untuk disajikan dirumah. Disini kang siomay berperan untuk memunculkan solusi yaitu berupa Frozen Food.
Makanan apapun yang di frozen tentunya akan memperpanjang umur penyimpanan karena disimapan pada suhu yang rendah. Konsumen akan mudah menyajikan makanan dengan cepat karena sudah ter stok di dalam lemari es. Konsumen hanya perlu mengkukusnya atau merebus. Dengan siomay frozen, kini semua orang dapat mengkonsumsi siomay dengan cepat tanpa harus menunggu kang siomay lewat depan rumah. Easy peasy!
"Kalo dijual online, bentuknya gimana ya? biasanya kan langsung pake plastik atau piring pembeli"
Kang siomay harus melakukan penyesuaian. Produk frozen food membutuhkan kemasan yang tertutup rapat tanpa udara maka dari itu kita perlu alat untuk mengeluarkan udara dalam kemasan yaitu Vacuum. Alat ini dapat kita beli di e-commerce dengan rentang harga yang variatif.
Nah! produk udah siap nih, tinggal kita jual ke E-commerce dan promosiin deh! 👏
Wahhh!! Bener sekali kak! di masa pandemi ini kita harus puter otak
BalasHapusbanget yah buat rencana bisnis kita. Aku juga gitu kak, ada bisnis jamu keluarga yang biasanya keliling dijual jamu udah jadi, sekarang kami jualnya dalam bentuk instan dan dijual lewat e-commerce yang tentunya jangkauannya jadi lebih luas.
terima kasih ka Irbah sudah mengunjungi blog ini! wah keren banget jamu ternyata juga bisa up level ya dikemas dalam bentuk instan biar mudah di konsumsi. sukses terus bisnisnya ka!
Hapussekarang semua udah banyak makanan yang dijual secara frozen atau instant mulai dari baso aci, seblak, roti, dan lain lain. sangat memudahkan apalagi buat yang gapunya waktu lebih untuk masak jadi tinggal panasin ajadehh
BalasHapusbenar sekali ka hutami! buat yang anti ribet, makanan frozen bisa jadi solusi terbaik karena tinggal panasin aja. Makanan frozen favorit ka Hutami apa nih?
HapusIya bener bgt, di masa pandemi gini para pengusaha emang paling cocok jadi digital entrepeneur. Dan untuk menjadi digital entrepeneur juga harus berinovasi agar produknya berkondisi baik saat sampai di tangan customer, seperti menjual frozen food untuk makanan. Ada juga nih produk seperti seblak instan yang cukup diseduh dengan air panas saja. Menurut saya produk dg cara penyajian spt itu dapat juga dijadikan ide untuk para digital entrepeneur
BalasHapussetuju banget sama ka Rusdy, sekarang harus melek teknologi ya ka dan kita harus berani berinovasi dengan cara menyajikannya. terima kasih ka Rusdy!
HapusWah bener sekali, masa pandemi ini merupakan sebuah tantangan bagi enterpreneur. bagaimanapun cara nya agar pandemik ini bukanlah hambatan namun dijadikan sebagai pengembangan dan membangun ide yang kreatif dan inovatif untuk pengembangan produk tsb. Salah satu dengan cara menjadi digital enterpreneur.
BalasHapusapapun kondisinya kita harus tetep kreatif dan inovatif ya kak pokoknya maju teruss biar berkembang! keren banget ka Fadilla, terima kasih!
HapusZaman millenial gini apalagi masa pandemi, jualan lewat online shop tuh emang membantu banget sih. Membantu penjual maupun pembeli, tapi pastinya harus berinovasi trs ya biar dilirik konsumen kaya frozen food yang dibahas di atas. Jadi pengen ikutan jualan onlinee
BalasHapusbener banget ka April! online shop mempermudah banget yaa, kita tinggal duduk manis di rumah eh tiba-tiba ada kurir atau driver ojek online yang dateng buat nganterin pesenan kita. Yuk coba jualan online, yang penting berani mencoba aja dulu ka semangat ya ka April! :)
HapusSetuju bangeeet sama ulasan blog nyaa!!^^ bermanfaat untuk para remaja milenial saat ini khususnya yang sedang menjalani lika liku kehidupan dengan berkesampingan berbisnis, menjdi enterpreneur muda juga sangat membanggakan, selain menunjang penglaman pribadi dalam berbisinis bisa juga mendorong perekonomian masyarakat di kalangan pemuda dalam negeri
BalasHapusbener banget ka Syafa, melalu berbisnis kita juga dapat belajar banyak mengenai perekonomian seperti bagaimana mengelola keuangan dan sebagainya. terima kasih ka Syafa!
HapusDi masa pandemi seperti saat ini, banyak sekali entrepreneur yg berlomba-lomba meningkatkan kualitas barang ataupun layanan dalam usaha masing2. Tentunya dengan serba digital saat ini, sangat menguntungkan bagi para entrepreneur dalam pengembangan produk yang dipasarkan. Pandemi bukan berarti kita tidak bisa lanjut usaha, tapi jadikan itu sebagai motivasi untuk berinovasi lebih baik lagi.
BalasHapuskeren banget ka Hanifah! setuju banget dengan apapun kondisinya, kita jangan menyerah begitu saja lebih baik kita jadikan hal tersebut menjadi sebuah peluang yang sangat baik.
HapusDi masa pandemi seperti ini tentunya digital enterpreneurship menjadi sebuah inovasi besar di kalangan masyarakat, khususnya untuk para penjual yang biasanya menjajakan barangnya dengan berkeliling. Ide bisnis kreatif lainnya pun bisa mulai bermunculan, apalagi kalau digital promosinya bisa lebih maksimal dengan memanfaatkan adsense atau iklan agar lebih luas jangkauannya.
BalasHapusbener banget ka Rizka, bisnis gajauh ya dari kata promosi! untuk itu akan kita bahas di konten selanjutnya, stay tune!
Hapushalo Riri, makasi banyak atas ilmu barunya. di masa pandemi yg sangat serba terbatas ini emang memaksa kita buat berpikir kreatif sih. berdagang di platform digital juga sangat penting untuk dipelajari dan diterapkan, mengingat teknologi dan masyarakat yg terus berevolusi.
BalasHapushalo ka Shafa! setuju banget di zaman ini tekologi semakin berkembang sehingga kita juga perlu berkembang dengan cara creative thinking. Keren banget ka Shafa, terima kasih! :)
Hapushalo ryrie, terimakasih atas informasinya. menurut saya selain dari inovasi bisnis ke dalam bentuk digital, hal lain yang tidak kalah penting untuk dilakukan adalah promosi. karena, perkembangan tidak akan terlihat jika hanya dengan memposting saja. seorang digipreneurs harus memikirkan cara bagaimana agar produknya dikenal oleh banyak orang sehingga bisa mendatangkan sebuah keuntungan. beberapa cara promosi yang bisa dilakukan adalah misalnya dengan promo potongan harga, giveaway, dll. serta penting untuk meminta review/ulasan/testimoni pelanggan agar menambah citra positif/kepercayaan masyarakat terhadap produk yang kita miliki.
BalasHapushalo ka Rissa! bener banget promosinya juga bisa digital yaa, sepertinya ka Rissa sudah paham banget nih mengenai promosi. Untuk itu akan dibahas di konten selanjutnya yaa, terima kasih ka rissa keren bangeet!
Hapusbener bange sih ini, pebisnis dituntut untuk selalu berinovasi di era pandemi
BalasHapusapapun kondisinya inovasi intinya🤩
HapusWaahh setuju bgt sama penulis!! Emang sih ya, di masa seperti sekarang ini mengharuskan entrepreneur untuk terus berinovasi supaya usahanya bisa trs berjalan lancar seperti biasanya. Terlebih lagi sebenarnya untuk terjun ke digital entrepreneur tuh ga sulit2 amat kok, hehehe. Malah kalo dilihat-lihat, banyak jg keuntungan yg didapatkan saat entrepreneur menjadi digital entrepreneur. Hemat tenaga, hemat waktu jg. Mungkin ada sedikit tantangan saat tahap promosi sih. Tp selama entrepreneur mau belajar dan trs belajar, pasti apapun akan jd mudah kok^^. Terimakasih penulis, sudah memberi ilmu yg bermanfaat bagi kami!!
BalasHapusbener banget ka Zahwa, keuntungannya banyak banget ya kalo serba digital. Yang penting kita mau mencoba dan juga belajar :)
HapusBener bangeddd.... Aku sekeluarga udah mulai belajar jualan digital, tapi belum riset pasar tuh. Terimakasih penulis, sudah mau berbagi ilmunya!!!
BalasHapusmantap keren banget ka, yuk bisa dicoba buat riset pasar biar lebih sesuai dengan tujuan bisnis kakanyaa!
Hapusmauu kasihh masukan mpok, sebagai orang yang menggeluti di bidang F&B setelah menentukan pasar kita juga harus memilih bahan pokok yang terbaik buat makanann yang akan dijualkan kepada konsumen agar menjadikan cita rasa yang joss dan konsumen tidak akan kecewa. nahh jangann lupa lagi ni harus pertahaninn cita rasa itu juga mpok agar semakin banyak pelanggan yang balik untuk mesen lagi mesen lagi dari penjualan si kang somay ituuu
BalasHapuswah setuju banget sama ka Syofri, kita wajib banget pilih bahan pokok yang berkualitas dan tentunya harus konsisten yaa🙌🏼
HapusWah betul sekalii!! Digital entrepreneurship akan sangat membantu beberapa bisnis di era digital yang banyak memberikan tantangan dan peluang baru. Ada banyak hal baru yang perlu kita perhatikan guna meningkatkan daya saing perusahaan dengan kompetitor, terutama dengan mereka yang memang sudah berorientasi dengan teknologi sejak awal. Sehingga kita perlu melakukan adaptasi untuk bisa bersaing di era digital ini.
BalasHapusterima kasih ka Wahyu, setuju banget. Semakin berkembangnya teknologi, kita juga harus terus belajar bisa bisa bersaing!
HapusSetuju banget sama penulis!! Gimanapun kita perlu banget buat bikin inovasi di bisnis era digital ini. Gak boleh terus-terusan stuck di strategi lama, harus berani bikin inovasi sendiri. Makasih yah penulis udah mau berbagi ilmunya!!!
BalasHapusbener ka Aulia, kita harus berani untuk mencoba buat go digital karena banyak banget keuntungannya! terima kasih ka Aulia :)
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusJadi dapet ilmu baru nih, bermanfaat sekali tulisannya, makasiih😊
BalasHapusHalo ka Tanti, terima kasih sudah berkunjung ke blog hellopreneur! selamat belajar kaa :)
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuswaah terimakasih banyak ryrie atas ilmunyaa! setuju banget kalo dalam masa pandemi ini memang harus bisa membuat inovasi dalam bisnis yang sedang dirintis dan harus kreatif agar bisa bersaing dengan produk lain apalagi pada masa pandemi saat ini biasanya orang-orang kalo mau beli makanan diluar mikir higienis atau tidak tapi dengan adanya frozen food yang hampir semua makanan skrg bisa dijadikan frozen food cukup mengurangi kekhawatiran karena bisa diolah sendiri
BalasHapusbener banget ka Nadia, selain enak atau tidak enaknya produk itu, ke higienisan produk juga menjadi salah satu faktor. Dengan adanya frozen food, konsumen akan lebih merasa nyaman. Terima kasih ka Nadia!
HapusTerima kasih. Tidak dapat dipungkiri memang perkembangan dunia digital akan menimbulkan dampak negatif dan juga positif. Namun, selagi kita bisa memilih kita pasti mau dampak positifnya kan, jadi kita harus mengikuti perkembangan digital agar tidak tertinggal. Perkembangan digital yang digabungkan dengan bisnis memang tepat seperti tulisan diatas mengenai proses perkembangan penjual siomay yang biasanya berjualan seperti biasa bisa menjadi penjual digital dan tetap dapat bertahan di masa sulit seperti sekarang.
BalasHapussetuju banget ka, untuk tetep survive di pandemi saat ini emang kita perlu untuk berani mengeluarkan strategi. Jangan pernah takut buat gagal atau apapun itu karena itu termasuk proses kita untuk berkembang. Terima kasih ka Novita, keren bangeet!
HapusWahh bner banget nih pandemi gini harus bisa putar otak cari inovasi agar tetap bisa bertahan dikondisi yang serba online ini
BalasHapusbetul banget kaa! banyak banget strategi yang bisa di coba untuk survive di saat ini, semangat belajar!
HapusSetuju bahwa validasi pasar perlu banget untuk meningkatkan sales, karena ketika sebuah produk telah memiliki audience yang segmented maka mudah sekali produk tersebut untuk diterima di pasaran. Mindset seperti ini yang harus dimiliki oleh pemula atau pelaku bisnis agar bisnisnya tetap bisa survive
BalasHapusbener banget ka Faisal, semakin segemented semakin cepat juga untuk mencapai target atau tujuan bisnis kita. Terima kasih ka Faisal!
HapusSangat bermanfaat ilmunya👍🏻
BalasHapusHalo ka Salsa, Terima Kasih sudah mengunjungi blog Hellopreneur, semoga bermanfaat!
HapusKeren dan informatif sekali bahasannya. Setuju banget nih, generasi sekarang apalagi di era pandemi ini bisa banget jadi pijakan kita buat belajar dan menjadi pebisnis online. Terima kasih informasinya >.<
BalasHapusBener ka, apapun kondisinya kita harus tetap belajar agar dapat beradaptasi dimanapun kita berada, terima kasih ka Chikoo!
HapusRiset pasar emang penting banget ya, soalnya sebelum kita berjualan selain mementingkan keinginan kita, kita juga harus mementingkan keinginan konsumen. Misal jualan makanan, bukan karena kita suka makanan manis, makanan yang kita jual cenderung memiliki rasa manis. Kita harus menanyakan dulu kepada pembeli atau mengumpulkan feedback untuk kita jadikan acuan dalam perkembangan usaha
BalasHapussetuju banget sama ka Fitria, menurut studi tahu 2019, dari 70% konsumen yang disurvei mengatakan bahwa mereka hanya akan terlibat dengan pemasaran yang disesuaikan dengan minat mereka dan 80% hanya akan berbelanja dengan merek yang mempersonalisasi pengalaman mereka.
Hapusterima kasih ka sudah mengunjungi blog hellopreneur!
BalasHapuswah terimakasih informasinya, sangat bermanfaat. emang di masa pandemi kayak gini kita dituntut banget buat lebih kreatif dan inovatif, terlebih lagi dalam hal berbisnis.
BalasHapusSetelah membaca artikel ini saya menjadi mengerti betapa pentingnya inovasi dalam berbisnis, terutama bisnis makanan. Terlebih pada era pandemi seperti ini yang mengharuskan makanan untuk tetap higienis dan terjangkau.
BalasHapusArtikelnya sangat membantu sekali dimana masa pandemi seperti sekarang ini memang harus berani membuat perubahan contohnya berbisnis online.
BalasHapusWah.. informasi yang sangat menarik. Benar sekali semua aspek kehidupan perlahan mulai go digital. Kita juga perlu memperhatikan situasi yang ada dan juga berani melakukan inovasi contohnya seperti yang dijelaskan tadi. Untuk menarik banyak konsumen agar meminati produk kita, seperti makanan, minuman atau apapun itu, kita harus menjadi pribadi kreatif, inovatif, dan berani menghadapi tantangan era sekarang. Agar usaha lancar, cuan mengalir, dan dicintai oleh konsumen kesayangan kita.
BalasHapusbenerr bangeettt, riset pasar memang sangat krusial dalam memulai bisnis ketika produk yang kita hasilkan tidak memiliki target pasar yang tepat maka akan sedikit sekali peminatnya dan akibatnya dapat mematahkan semangat berbisnis. terima kasih atas ilmu yang disampaikann..
BalasHapusWah terimakasih atas informasinya!! Di masa sekarang memang sudah seharusnya memanfaatkan platform digital dalam segala aspek kehidupan. Apalagi di masa pandemi seperti ini tentunya semua kegiatan yang kita lakukan sangat terbatas. Dalam hal berbisnis kita memang harus mampu membuat suatu inovasi yang memanfaatkan teknologi agar bisnis yang kita rintis dapat selalu berkembang.
BalasHapus